Beranda BERITA UTAMA Oknum Dewan di Torut Diduga Selewengkan Proyek Hasil Musrembang Kelurahan Pasele

Oknum Dewan di Torut Diduga Selewengkan Proyek Hasil Musrembang Kelurahan Pasele

269
0
BERBAGI

Toraja Utara-netralnews.net – Masalah proyek di Toraja Utara kembali mengemuka. Kali ini pada skala kecil di lingkungan Kelurahan Pasele, Rantepao, Torut. Proyek paket bernama Pembangunan Jalan Perumahan Pasele senilai Rp57 juta ini tercatat di dalam DIPA Tahun Anggaran 2018. Hingga kini paket tersebut belum dikerjakan, sementara paket lain yang sama dengan itu sedang dikerjakan.

Warga Pasele kini menanti proyek jalan yang diusul lewat musrembang 2017 lalu itu. Mereka minta agar secepatnya dikerja.

“Proyek itu kan hasil musrembang lalu, kenapa belum dikerja. Ini tidak bisa begini,” tutur warga yang ditemui di lingkungan Pasele, Selasa siang ini (25/9). Warga tersebut enggan disebut namanya.

Awak media ini mendatangi kantor Lurah Pasele dengan menanyakan status proyek tersebut apakah masuk usulan musrembang lalu atau tidak. Setelah ditelusuri dengan membuka dokumen yang ada, ternyata arsip usulan tidak lagi tersimpan di kantor kelurahan.

Konon, arsip tersebut diduga dibawa pergi lurah terdahulu, Nicolas Payung.
Informasi lain yang diperoleh, paket penunjukan pekerjaan jalan itu diduga diselewengkan seorang oknum dewan Torut yang dapilnya mencakup Pasele. Bocoran ini datang dari sumber yang layak dipercaya.

Menurut sumber tersebut, paket itu diduga dirobah dan dimasukkan kedalam anggaran perubahan dengan lokasi lain.

“Sekarang masyarakat butuhkan jalan itu,” tutur sumber warga ini sambil menyebut saat ini di lingkungannya ada pekerjaan pisik sedang dikerja. Dia mentaksir proyek tersebut bernilai Rp47 juta.

“Jadi kemungkinan untuk Gereja 10 juta dan pisiknya 47 juta. Karena total dana Rp57 juta,” timpalnya.

Sekretaris DPPKAD Torut, Matius, ketika dikonfirmasi, via ponsel, sore ini, mengatakan, masalah tersebut agar ditanyakan kepada SKPD atau OPD yang bersangkutan.

“Kami tidak tahu itu, tanya SKPD yang bersangkutan,” ungkapnya.

Sementara PPK proyek bernilai 57 juta itu, Ferdinan, saat dikonfirmasi berulang-ulang, via telepon genggam, tidak dapat dihubungi. HPnya sering tidak aktif. Kalaupun aktif, yang bersangkutan tidak angkat dan tidak menjawab. Bahkan dengan SMS pun tidak dijawab.

Sementara itu, Nico Payung, mantan Lurah Pasele yang kini menjabat Kepala Seksi Perbenihan Distan Torut, saat dihubungi sore ini, mengatakan arsip dokumen usulan musrembang lalu tetap disimpan di kantor kelurahan Pasele.

“Saya tidak bawa arsipnya, tetap ada di kantor kelurahan. Masa saya mau bawa, untuk apa. Saya heran juga kalau sampai tidak ada. Sedang proyek itu saja saya selalu tanyakan bagaimana, itu kan diusul oleh masyarakat. Sejak 2015 saya belum lurah di Pasele memang sudah diusul. Nanti terealisasi di anggaran 2018,” tutur Nico.

Dia menyayangkan jika usulan masyarakat Pasele yang sudah dianggarkan itu raib di tengah jalan.

“Coba tanya di kantor camat ada juga arsipnya disana itu, nanti juga saya cek,” ungkapnya.

Menanggapi hal ini, jika memang benar ada oknum dewan memainkan proyek yang diusulkan masyarakat lewat musrembang, Doni Latupeirissa dari Perkumpulan Pengawas Independen Indonesia, sangat menyayangkan.

Pasalnya, menurut Doni, cara-cara tersebut tidak mencerminkan sebagai wakil rakyat karena yang diutamakan hanya kepentingan pribadi atau golongan.

“Kalau memang itu paket dari hasil musrembang atas usulan masyarakat kemudian diklaim sebagai oknum bersangkutan, itu sama saja mencaplok hak rakyat atau hak masyarakat. Konsekwensinya ya sejogyanya masyarakat di lingkungan Pasele tidak lagi memilih yang bersangkutan sebagai caleg,” beber Doni.

Begitu juga kepada Pemda Torut melalui DPPKAD dan OPD terkait, Doni meminta agar tidak diintervensi pihak tertentu hanya karena kepentingan sesaat. “Bekerja secara normatif saja, jangan melanggar aturan yang ada. Meskipun ada tekanan dari pihak tertentu. Jadi kalau memang ada rencana mau di bawah ke anggaran perubahan agar dicegat dan tetap melaksanakan yang sudah ada dalam Dipa,” tandasnya memberi ‘warning’. (Tim)

LEAVE A REPLY