Beranda BERITA UTAMA Polda Sumbar Ungkap Empat Tersangka Mafia Tanah Dikota Padang

Polda Sumbar Ungkap Empat Tersangka Mafia Tanah Dikota Padang

14
0
BERBAGI

Padang,netralnews.net – Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) mengungkap dugaan mafia tanah di Kota Padang dengan menetapkan empat tersangka EPM, LE, MW dan WA.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Sumbar, Kombes Pol Imam Kabut Sariadi didampingi Kabid Humas Polda Sumbar Satake dalam jumpa pers pada Rabu, (24/06/2020) di Lt. Empat Mapolda Sumatera Barat.

Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan LP/182/IV/2020/SPKT-Sbr tanggal 18 April 2020 atas nama Budiman.

“Ia menjelaskan Budiman mengaku memiliki tanah di Kelurahan Air Pacah seluas 4.000 meter persegi dengan Surat Hak Milik (SHM) nomor 1061, SHM 1015, SHM nomor 833 dan SHM 836 dengan status terblokir di BPN Padang.

Kemudian tersangka EPM meyakinkan korban, dirinya selaku pemilik tanah di Kel. Dadok Tunggul Hitam, Kel. Air Pacah, Kel. Bungo Pasang dan Kel. Kota Panjang berdasarkan putusan Landraad 90 1931 atas kuasa dari tersangka LH.

Tersangka LH dan EPM ini mengaku dapat membantu membuka blokir dan meyakinkan korban agar meyerahkan uang Rp1,35 miliar sebagai biaya pelepasan hak yang dibayarkan secara tunai dan transfer ke Rek. mandiri EPM. Kejadian ini terjadi pada bulan Maret 2016 di Hotel Pangeran Beach kota Padang”, terangnya.

Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut ke empat tersangka berhasil ditangkap dengan barang bukti berupa dokumen berupa gadget, dua buku tabungan (Mandiri dan BCA), satu unit mobil Toyota Land Cruiser warna hitam nomor polisi B 309 GEL dan dua unit apartemen di Kalibata City dari tangan EPM. Sementara dari LH, polisi menyita sejumlah surat-surat dokumen penjualan tanah, paparnya dengan jelas.

Hingga saat ini empat tersangka masih dalam proses penyelidikan polisi dan akan terus dikembangkan tidak mungkin tertutup kemungkinan ada korban-korban yang lain nantinya, pungkasnya.

“Atas perbuatan tersangka ini mereka akan disangkakan dengan Pasal 263 dan 378 Jo 56 KUHP”, kata dia.

LEAVE A REPLY